PERAN KAJIAN KEAGAMAAN MEMBENTUK PERILAKU SANTRIAH MA'HAD AL-JAMI’AH UINSU DI MEDIA SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.63911/tma9nv80Keywords:
Kajian Keagamaan; Perilaku Santriah; Media sosial; Akhlak Islami.Abstract
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk santriah yang tinggal di lingkungan asrama kampus. Media sosial memberikan kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan moral dan etika apabila tidak digunakan secara bijak. Dalam konteks tersebut, kajian keagamaan memiliki peran penting sebagai sarana pembinaan nilai-nilai Islam untuk membentuk perilaku santriah di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kajian keagamaan dalam membentuk perilaku santriah Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara dalam penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam santriah serta data sekunder berupa buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian keagamaan dilaksanakan secara rutin dan konsisten serta memberikan pengaruh positif terhadap perilaku santriah. Kajian keagamaan tidak hanya meningkatkan pemahaman santriah terhadap ibadah dan akhlak, tetapi juga membentuk sikap yang lebih bijak, sopan, dan selektif dalam bermedia sosial. Selain itu, peran musyrif dan musyrifah turut berkontribusi penting melalui bimbingan dan pendampingan yang berkelanjutan. Meskipun demikian, santriah masih menghadapi tantangan berupa pengaruh lingkungan, tekanan sosial, dan tren digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kajian keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku santriah yang berakhlak dan bertanggung jawab di era digital, sehingga diperlukan penguatan materi kajian yang relevan dengan isu teknologi dan literasi digital.
