PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN : KAJIAN TAFSIR IBNU KATSIR DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMIKIRAN IBNU MISKAWAH
DOI:
https://doi.org/10.63911/w0x4jj81Keywords:
Pendidikan Akhlak; Al-Qur’an; Tafsir Ibnu Katsir; Ibnu Miskawaih; Pendidikan IslamAbstract
Pendidikan akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk karakter manusia yang beriman dan berkepribadian mulia. Tantangan moral yang semakin kompleks pada era kontemporer menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak yang bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an dan pemikiran etika Islam klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak dalam perspektif Al-Qur’an melalui Tafsir Ibnu Katsir serta menganalisis relevansinya dengan pemikiran Ibnu Miskawaih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, dengan sumber data utama berupa Tafsir al-Qur’an al-‘Azim karya Ibnu Katsir dan Tahdzib al-Akhlak karya Ibnu Miskawaih, serta didukung oleh artikel jurnal ilmiah terbitan setelah tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak menurut Ibnu Katsir menekankan penguatan iman, keteladanan, dan pembiasaan perilaku mulia sebagai manifestasi nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Ibnu Miskawaih memandang pendidikan akhlak sebagai proses pembinaan jiwa melalui latihan, pembiasaan, dan pengendalian diri secara rasional dan berkelanjutan. Kajian ini menemukan adanya keselarasan tujuan antara kedua pemikiran tersebut, yaitu pembentukan karakter manusia yang seimbang secara spiritual, moral, dan sosial. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai akhlak Qur’ani dengan pemikiran etika Ibnu Miskawaih dinilai relevan dan aplikatif untuk pengembangan pendidikan akhlak dalam konteks pendidikan Islam kontemporer.
