Tradisi Kepenulisan Ulama Barus: Rekonstruksi Warisan Intelektual Islam Nusantara
DOI:
https://doi.org/10.63911/k5hcff36Keywords:
Ulama; Tradisi Kepenulisan; Papan Tinggi; Makam Mahligai; Warisan IntelektualAbstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi tradisi kepenulisan ulama Barus sebagai bagian dari warisan intelektual Islam Nusantara dengan menelusuri hubungan antara keulamaan, transmisi pengetahuan, budaya literasi, dan tinggalan sejarah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang meliputi penjaga makam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Barus. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan intelektual Islam Barus berkaitan dengan posisi Barus sebagai ruang perdagangan, mobilitas ulama, dakwah, dan transmisi ilmu. Makam Papan Tinggi, yang dalam memori masyarakat dikaitkan dengan Syekh Mahmud Al-Muhtazam, menjadi salah satu jejak material penting dalam sejarah keulamaan Barus. Sementara itu, Makam Mahligai memperlihatkan keberadaan sejumlah makam tokoh keagamaan dengan keragaman bentuk nisan dan inskripsi. Keberadaan aksara Arab menunjukkan berkembangnya budaya literasi Islam, sedangkan tradisi lisan berperan dalam mempertahankan memori keulamaan.
